Bukan-Anak-SI-ataupun-IT,-Bisakah-Belajar-Digital-Marketing-Jokisosmed

Bukan Anak SI ataupun IT, Bisakah Belajar Digital Marketing?

Saat ini banyak sekali yang bertanya tentang hal ini “Kalau saya bukan anak dari jurusan Sistem Informasi atau Information Technology, apa iya masih bisa belajar digital marketing?” atau “Saya tidak mengerti coding bahkan saya hanya bisa menulis artikel saja, apa iya masih bisa belajar digital marketing?”. Beberapa pertanyaan ini sering saya temui sampai saat ini.

Jujur saja saat ini pengertian dan pemahaman digital marketing telah bergeser jauh dari 6 atau 7 tahun lalu dimana orang kebanyakan hanya mengenai SEO, SEM, SMO, SMM. Jika kamu mulai belajar digital marketing saat ini atau antara 2018-2020 ini, lebih baik kamu tentukan dulu dimana kamu ingin mendalaminya. Karena tidak semua bisa kamu pelajari sekaligus dan tentunya hanya akan membuat kamu bingung.

Kembali ke topik artikel ini, “Jika saya bukan anak SI ataupun IT, apa iya bisa belajar digital marketing?” Jika dijawab cepat jawabannya adalah bisa, iya tentu saja bisa jika kamu mau belajar. Tapi pertanyaan selanjutnya adalah mulai dari mana saya harus belajar? krik…krik…krikkk…

Banyak sekali orang yang saya temui tidak bisa menjawab pernyataan ini, adapun dijawab tapi penuh keraguan. Adapun jawaban yang saya dapat kebanyakan akan menjawab seperti ini:

  1. Ya belajar menulis dulu aja, membuat artikel yang bagus/baik serta menjelaskan topik artikel dengan baik.
  2. Ya belajar teknis dulu, kita pahami dulu apa itu SEO OnPage/Offpage, Link Building, Meta Tag, dll
  3. Ya belajar dulu membuat blog, lalu mencoba membuat blog yang bagus serta konten yang baik
  4. Ya belajar desain dulu aja, karena saat ini pemasaran terbaik ya dari desain atau visual video
  5. Ya kita harus belajar dulu mulai dari SEO, SEM, PPC, Konten Marketing, dll

kelima jawaban itu sering sekali saya temui, tapi apa jawaban itu salah? tentu tidak dan berarti jawaban itu benar? ya ini kembali sejauh mana memahami jawaban kamu itu. Saya bukan seorang pakar, tapi saya cukup berpengalaman dalam dunia digital marketing dan ingin berbagi. Kita belajar dasarnya saja terlebih dahulu, artikel ini saya tujukan untuk kamu yang ingin belajar dari nol dan terstruktur agar tidak membuat kamu pusing, serta bisa kamu terapkan juga untuk belajar hal lain dalam digital marketing.

Bukan-Anak-SI-ataupun-IT,-Bisakah-Belajar-Digital-Marketing-Jokisosmed
Bukan Anak SI ataupun IT, Bisakah Belajar Digital Marketing?

Berikut ini saya jabarkan langkah-langkah yang bisa kamu gunakan untuk belajar digital marketing agar kamu tidak membuang-buang waktu dalam belajar digital marketing:

Kenali Diri Kamu

Pertama tentu saja kamu harus mengenal diri kamu terlebih dahulu, seperti yang saya katakan diatas bahwa latar belakang seseorang sangat mempengaruhi. Jadi kamu bisa berpikir terlebih dahulu tentang diri kamu sendiri, seperti:

  • Apa yang kamu kuasi
  • Apa yang ingin kamu perdalam
  • Apa yang ingin kamu capai

Ketiga hal diatas ini sudah lebih dari cukup untuk kamu memulai, tanpa kamu mengenal diri kamu apa yang kamu pelajari akan sia-sia dan membuang waktu. Jadi ambil selembar kertas dan pulpen atau jika kamu sedang di depan laptop/pc silahkan buka notepad dan mulailah menulis poin-poin yang ingin kamu raih saat belajar digital marketing.

Belajarlah Dari Dasar

Selanjutnya jika kamu sudah mendapatkan poin yang ingin kamu raih, kamu bisa mulai belajar. Loh bagaimana saya mau belajar? Sama siapa saya harus belajar? Ya kamu bisa mulai mencarinya secara online. Saat ini kamu sudah memegang/menulis poin yang ingin kamu pelajari jadi kamu bisa melakukan pencarian secara online tentang poin yang ingin kamu pelajari.

Sebagai catatan, informasi yang kamu temukan bisa kamu simpan terlebih dahulu sebagai referensi pembelajaran. Apa sebuah situs besar bisa dipercaya informasinya? ya secara teknis jika artikelnya sudah berada di halaman 1 google, berarti sudah memenuhi syarat ketentuan search engine. Ini hal teknis dan kamu tidak perlu memikirkannya saat ini jika kamu baru saja memulai untuk belajar. Mungkin saya akan membahasnya lain waktu untuk tingkat yang lebih jauh.

Baik kembali ke topik, anggaplah kamu sudah mendapatkan 10 artikel/informasi dari 10 website berbeda tentang poin yang ingin kamu pelajari. Baca semua informasi/artikel tersebut. Percaya atau tidak 80% lebih isi dan poin dari apa yang kamu ingin pelajari pasti sama. Jika ya, selamat kamu sudah masuk dalam zona pemikiran mendalam 😀 “kok bisa?” “loh iya sama ya poinnya” “lah kok ga jauh beda isi artikelnya” “bla…bla…bla…”

Karena sejujurnya artikel yang kamu baca adalah artikel SEO, gampangnya artikel yang ada di halaman 1 google merupakan artikel yang sudah di optimasi sedemikian rupa agar mendapatkan hasil terbaik di mesin pencarian. Ya hal ini tidak perlu kamu hiraukan, yang penting sekarang kamu sudah mendapatkan apa yang ingin kamu pelajari serta kesimpulannya.

Praktek

Sama seperti pepatah mengatakan “orang bisa karena terbiasa”, hal ini juga berlaku untuk bidang digital marketing. Kamu harus melakukan praktek tentang hal yang ingin kamu pelajari. Trial Error sampai A/B Testing untuk semua hal yang ingin kamu pelajari, karena semakin kamu mencoba hal-hal baru saat praktek kamu akan mendapatkan pengetahuan dan pemahaman baru. Karena dalam bidang digital marketing yang paling mahal adalah pengalaman. Sejauh mana kamu sudah mencoba, gagal atau berhasil semua harus kamu lalui.

Sebagai contoh:

  • Saya ingin membuat artikel yang berada di halam 1 google atau mesin pencarian
  • Saya ingin meningkatkan penjualan online bisnis saya
  • Saya ingin meningkatkan traffic website saya
  • Saya ingin belajar menghasilkan uang online, bisa dari survey online, CPA (Cost Per Action), CPL(Cost Per Leads), dan lainnya
  • Saya ingin belajar dropship dan sukses

Banyak sekali hal yang ingin kamu pelajari, bahkan setiap orang memiliki tujuannya masing-masing. Sama seperti jalan TOL, walaupun 1 arah tapi berbeda tujuannya, betul?. Jadi kamu tidak bisa mensamaratakan semua metode akan berhasil untuk hal yang berbeda ataupun sama, semua ada prosesnya dan semua ada aturan mainnya. Semua hasil bisa berbeda walaupun metode yang digunakan sama.

Kamu harus terus mencoba metode baru dalam praktek, jangan mengulang metode yang sama untuk hal yang sama. Ini sama saja kamu seperti jatuh di lubang yang sama dengan sadar. Cobalah metode baru untuk poin/hal yang ingin kamu pelajari, lakukan A/B Testing sampai kamu mendapatkan hasilnya dan tentukan target yang ingin kamu capai, seperti:

  • Artikel saya setidaknya ada dihalaman 1 pencarian google, walaupun berada di posisi ke 9
  • Saya ingin menjual 10 barang dalam seminggu dari bisnis online saya
  • Saya ingin mendapatkan 100 traffic organic sehari
  • Saya ingin menghasilkan setidaknya $1 dari online

Target ini bisa menjadi titik kamu, jadi tujuannya jelas. Setelah kamu mendapatkan metode yang berhasil mencapai target kamu, lakukanlah pengembangan untuk metode tersebut. Artinya kamu sudah mendapatkan metode yang cocok untuk diri kamu.

Evaluasi

Lakukan evaluasi mingguan, apa saja yang sudah kamu pelajari selama 1 minggu ini. Bedah dan lakukan perincian dari apa yang sudah kamu praktekan. Sebagai contoh;

  • Metode A, B, C, D, yang sudah kamu lakukan 1 minggu terkahir
  • Judul Artikel/Informasi yang kamu baca dalam 1 minggu terakhir
  • Budget yang kamu keluarkan dalam 1 minggu terakhir
  • Traffic yang kamu dapatkan dalam 1 minggu terakhir
  • Produk/barang yang sudah terjual dengan metode digital marketing dalam 1 minggu

Setelah kamu melakukan perincian barulah kamu evaluasi tentang hal yang kamu pelajari, baik itu apa yang kamu dapatkan atau momen apa yang kamu temukan selama melakukan metode tersebut. Perlu diingat evaluasi ini lakukanlah dengan jujur, rinci semuanya jangan sampai ada yang terlewat.

Hapus metode yang tidak membuahkan hasil seperti contoh:

  • Tidak ada traffic yang datang dengan metode A/B/C/D
  • Artikel tentang informasi yang kamu cari tidak ada pembahasan yang baru lagi
  • Produk/barang tidak ada yang membeli bahkan impression-nya juga tidak ada

Biarkan metode yang belum berhasil tapi memiliki potensi, seperti contoh:

  • Tidak ada yang beli tapi yang melihat banyak, ada likes, ada yang add to cart
  • Tidak ada traffic yang datang tapi ada likes, share di media sosial
  • Hanya terjual 1 atau 2 saja

Yang terpenting dari pembelajaran ini adalah ada hasilnya walaupun sedikit dan tidak nol sama sekali.

Akhir Kata

Dalam belajar digital marketing harusnya memiliki struktur yang jelas, terkonsep dengan matang, dan melakukan praktek serta uji coba jangka panjang. Gagal adalah yang pasti terjadi dalam hal apapun saat memulai. Trial Error, A/B Testing tanpa henti untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentu harus terus dilakukan. Apalagi perkembangan digitalisasi saat ini sangat cepat sekali, jadi jangan pernah merasa puas dalam hal ilmu. Teruslah belajar dan ikuti perkembangan trend yang ada. Lakukan meditasi diri untuk mengenal diri sendiri, mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri lalu menutupi kekurangan untuk memperlajari/menutupi kekurangan tersebut dengan terus belajar.

Artikel ini hanya gambaran umum saja untuk belajar digital marketing, melalui 3 tahapan sederhana saja dari kenali diri, belajar dari dasar, dan praktek sudah lebih dari cukup untuk belajar digital marketing yang terstruktur dan jelas. Tidak ada yang instan dan jangan memulai tanpa dasar yang jelas. Saya berharap artikel ini dapat membantu kamu yang sedang bingung atau ingin mulai belajar dari nol tentang digital marketing.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *